Jemaah haji Kota Pekalongan. Foto Jateng Prov.
Pekalongan. BeritaHaji.id - Proses pelunasan biaya perjalanan ibadah haji (Bipih) calon jemaah haji Kota Pekalongan tahun 2026 telah rampung.
Pelunasan dilakukan dalam dua tahap, yakni tahap pertama berakhir pada 23 Desember 2025 dan tahap kedua berlangsung pada 2–9 Januari 2026, termasuk masa perpanjangan.
Kepala Kementerian Haji dan Umroh Kota Pekalongan, R Antono, mengatakan pada tahap kedua sempat dibuka masa perpanjangan, namun tidak dimanfaatkan oleh jemaah asal Pekalongan.
“Untuk Kota Pekalongan, meskipun dibuka perpanjangan, tidak ada tambahan jemaah yang melunasi. Jadi kita tidak masuk dalam perpanjangan itu,” terangnya.
Pada tahap pertama pelunasan, tercatat 285 jemaah melunasi biaya haji. Namun, 11 orang mutasi keluar daerah dan dua orang menunda keberangkatan, sehingga tersisa 272 jemaah.
Sementara pada tahap kedua, terdapat 26 jemaah yang melunasi biaya haji. Satu orang kembali mutasi keluar, sehingga jumlahnya menjadi 25 jemaah.
Selain itu, terdapat jemaah cadangan yang masuk dalam proses optimalisasi kuota.
“Selain itu, kita juga memiliki jemaah cadangan. Dari 43 orang jemaah cadangan yang menyatakan kesanggupan, sementara ini 34 orang jemaah bisa naik ke kuota reguler, namun satu di antaranya kembali mutasi keluar,” jelasnya.
Dari seluruh proses tersebut, jumlah akhir calon jemaah haji Kota Pekalongan yang siap berangkat tercatat sebanyak 347 orang, termasuk petugas haji daerah dan petugas pembimbing ibadah haji.
Antono menyebut, kuota awal Kota Pekalongan sebenarnya berjumlah 368 jemaah, namun mengalami dinamika selama proses berjalan.
“Untuk Kota Pekalongan, kuota awalnya kita mendapatkan 368 (orang) jemaah. Namun dalam perjalanannya, jumlah tersebut mengalami dinamika karena adanya jemaah yang mutasi keluar daerah, menunda keberangkatan, hingga tidak mampu melunasi biaya haji,” ungkap Antono dikutip dari laman Jateng, Senin, 2 Februari 2026
Dari sisi kesiapan, mayoritas calon jemaah haji telah mengikuti bimbingan manasik (bimsik) serta pemeriksaan kesehatan. Sebagian besar jemaah bergabung melalui Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umroh (KBIHU).
“Di Kota Pekalongan ada empat KBIHU, yakni KBIHU Kopena, KBIHU Yayasan As-Salamah, KBIHU Aisyiyah, dan KBIHU Al-Fairus. Rata-rata jemaah bergabung di sana, meskipun ada juga yang memilih kelompok mandiri,” paparnya.
Rinciannya, KBIHU Kopena diikuti sekitar 125 jemaah, Yayasan As-Salamah 56 jemaah, Al-Fairus 46 jemaah, dan Aisyiyah 68 jemaah. Sementara jemaah mandiri terbagi dalam dua kelompok, masing-masing 32 orang dan 16 orang.
Selain bimsik di tingkat KBIHU, Kementerian Haji dan Umroh Kota Pekalongan juga menjadwalkan manasik tingkat kota.
“Selain bimsik di tingkat KBIHU, Kementerian Haji dan Umroh Kota Pekalongan juga menjadwalkan bimbingan manasik tingkat kota. Kegiatan ini direncanakan akan dilaksanakan satu kali pada Senin, 9 Februari 2026, bertempat di Hotel Dafam Kota Pekalongan,” terangnya.
Manasik lanjutan akan dilaksanakan sebanyak empat kali, yakni pada 11 dan 12 Februari, serta 14 dan 15 Februari 2026.
“Dengan rangkaian persiapan tersebut, kami berharap seluruh calon jemaah haji asal Kota Pekalongan dapat menjalankan ibadah haji tahun 2026 dengan lancar, aman, dan khusyuk, serta kembali ke tanah air sebagai haji yang mabrur,” pungkasnya.


.png)
