Jemaah haji Indonesia di tanah suci. Foto Kemenag.
Mobilitas penerbangan internasional dan keamanan jemaah menjadi sorotan utama.
Himpunan Penyelenggara Umrah dan Haji (HIMPUH) menilai ada tiga skenario yang mungkin terjadi.
"Pertama, skenario dengan kemungkinan terbesar adalah ibadah haji tetap diselenggarakan, namun dengan penerapan protokol keamanan yang jauh lebih ketat," tulis HIMPUH dalam pernyataan tertulis, dikutip dari Himpuhnews, Senin, 16 Maret 2026.
Kedua, pemerintah Indonesia bisa memutuskan membatalkan keberangkatan haji secara sepihak demi keselamatan warganya.
"Ketiga, pembatalan dapat dilakukan oleh pemerintah Arab Saudi apabila situasi keamanan dinilai berpotensi membahayakan keselamatan jemaah haji dari seluruh dunia," sambung HIMPUH.
Jika skenario pertama terjadi, ada empat kemungkinan kendala yang perlu diantisipasi jemaah:
Tertahan di Indonesia sebelum berangkat.
Tertahan di negara transit menuju Arab Saudi.
Tertahan di Arab Saudi saat hendak kembali ke Indonesia.
Tertahan di negara transit saat perjalanan pulang ke Indonesia.
HIMPUH berharap pemerintah menyiapkan antisipasi sejak dini.
"Sebab selain menyangkut aspek keselamatan, kondisi tersebut juga berpotensi menimbulkan beban biaya tambahan yang dalam banyak kasus dapat berujung pada tanggungan jemaah," kata HIMPUH.
Diplomasi ke pemerintah Arab Saudi juga penting, misalnya untuk kebijakan khusus jika haji harus ditunda atau Indonesia membatalkan keberangkatan. Pemerintah bisa meminta jaminan pengembalian dana penuh atau skema pengalihan dana menjadi deposit untuk haji di masa mendatang.
Selain itu, melalui Kementerian Perhubungan, pemerintah diharapkan mendorong maskapai agar tetap mengedepankan hak-hak penumpang jika terjadi pembatalan atau perubahan jadwal penerbangan.
Edukasi calon jemaah juga krusial, agar mereka memahami berbagai kemungkinan dan langkah antisipasi darurat.
HIMPUH menambahkan, pemerintah bisa mengusulkan penggunaan bandara alternatif di Arab Saudi. Bandara Taif International Airport dan terminal lama King Abdulaziz International Airport dapat jadi homebase sementara untuk penerbangan haji yang biasanya transit melalui Emirates, Etihad Airways, Qatar Airways, dan Kuwait Airways.

