Jemaah haji Indonesia. Foto Setneg.
BerutaHaji.id - Perjalanan haji dan umrah merupakan ibadah yang membutuhkan kesiapan fisik dan mental. Salah satu tantangan yang kerap dialami jamaah saat menempuh perjalanan jauh ke Arab Saudi adalah jet lag, kondisi akibat perbedaan waktu yang cukup signifikan.
Jet lag umumnya terjadi ketika tubuh belum mampu menyesuaikan ritme biologis dengan zona waktu baru. Kondisi ini bisa berdampak pada kualitas istirahat, energi tubuh, hingga konsentrasi selama menjalankan ibadah.
Bagi jamaah asal Indonesia, perbedaan waktu dengan Arab Saudi yang mencapai tujuh hingga delapan jam membuat risiko jet lag semakin besar. Ditambah perjalanan panjang dan padatnya rangkaian ibadah, kondisi ini perlu diantisipasi sejak awal.
Secara umum, jet lag ditandai dengan gangguan tidur, kelelahan, masalah pencernaan, hingga sulit berkonsentrasi. Faktor pemicunya antara lain perbedaan zona waktu yang jauh, durasi penerbangan yang panjang, serta tuntutan aktivitas ibadah yang cukup intens.
Agar kondisi ini tidak mengganggu, ada beberapa cara yang bisa dilakukan jamaah haji untuk mengatasinya:
1.Perhatikan asupan makanan dan minuman
Selama di pesawat, sebaiknya hindari makanan berat dan berlemak. Pilih makanan ringan yang mudah dicerna seperti buah dan sayur. Minuman berkafein juga perlu dibatasi karena bisa mengganggu pola tidur.
2. Perbanyak minum air putih
Menjaga tubuh tetap terhidrasi sangat penting. Kurangnya cairan bisa memperparah gejala jet lag, sehingga jamaah disarankan rutin minum air selama perjalanan.
3. Mulai adaptasi jadwal sejak di pesawat
Cobalah menyesuaikan waktu tidur dan bangun mengikuti zona waktu Arab Saudi. Cara ini membantu tubuh lebih cepat beradaptasi saat tiba di lokasi.
4. Gunakan teknik relaksasi
Metode seperti pernapasan dalam atau mendengarkan murattal Al-Qur’an dapat membantu tubuh lebih rileks dan mempermudah tidur selama perjalanan.
5. Konsultasi penggunaan suplemen
Jika diperlukan, jamaah bisa berkonsultasi dengan dokter terkait penggunaan suplemen seperti melatonin atau obat ringan untuk membantu kualitas tidur.
Itulah beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mengatasi jet lag saat menjalankan ibadah haji maupun umrah agar tetap nyaman dan optimal.

