Bus Sholawat 24 Jam Jadi Andalan Jemaah Haji di Makkah

Arifah
0

Layanan Bus Sholawat. Foto Kemenhaj.

Jakarta. BeritaHaji.id - Layanan Bus Sholawat menjadi andalan pemerintah dalam mendukung mobilitas jemaah haji Indonesia di Makkah.

Sebanyak 452 armada disiagakan dan beroperasi 24 jam untuk mengantar jemaah dari dan menuju Masjidil Haram.

Bus Sholawat melayani 21 rute yang dibedakan berdasarkan kode warna dan nomor, dengan tiga titik utama yakni Terminal Jiad (Ajyad), Jabal Ka’bah, dan Syib Amir. Dari total armada, 52 unit merupakan bus hidrolik yang ramah lansia dan penyandang disabilitas.

Layanan ini telah beroperasi sejak kedatangan pertama jemaah di Makkah pada 30 April 2026 dan akan berlangsung hingga masa pemulangan. Petugas juga disiagakan untuk mendampingi jemaah di lapangan.

Juru Bicara Kemenhaj, Maria Assegaff, menegaskan layanan ini menjadi bagian dari komitmen pemerintah menghadirkan haji yang inklusif.

“Kami menghadirkan berbagai kemudahan layanan, termasuk Bus Sholawat yang beroperasi 24 jam dengan armada ramah lansia dan disabilitas. Ini merupakan bagian dari komitmen kami dalam mewujudkan layanan haji yang inklusif dan berkeadilan,” tambahnya.

Adapun penyelenggaraan ibadah haji 1447 Hijriyah/2026 Masehi kini memasuki hari ke-13 masa operasional. Secara umum, proses keberangkatan, kedatangan, serta mobilisasi jemaah berjalan lancar dan terkendali.

Hingga Sabtu, 2 Mei 2026, sebanyak 192 kloter dengan total 74.652 jemaah dan 765 petugas telah diberangkatkan ke Tanah Suci. Dari jumlah tersebut, 184 kloter dengan 71.362 jemaah dan 733 petugas telah tiba di Madinah.

Pergerakan jemaah dari Madinah ke Makkah juga terus berlangsung. Sebanyak 36 kloter dengan 14.503 jemaah dan 148 petugas telah tiba di Makkah untuk melaksanakan umrah wajib serta bersiap menuju puncak haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina.

Seluruh proses mobilisasi dilakukan dengan pengawalan petugas guna memastikan keamanan, kenyamanan, dan keselamatan jemaah.

“Alhamdulillah, seluruh proses operasional haji berjalan lancar dan terkendali. Kami terus memastikan setiap jemaah mendapatkan layanan terbaik, mulai dari keberangkatan, kedatangan, hingga mobilisasi antar kota suci dengan pengawalan petugas yang optimal,” ujar Maria.

Dari sisi layanan kesehatan, tercatat 6.823 jemaah menjalani rawat jalan. Sebanyak 117 jemaah dirujuk ke Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI), dan 141 jemaah dirujuk ke Rumah Sakit Arab Saudi (RSAS), dengan 59 jemaah masih dalam perawatan.

Total jemaah wafat tercatat 7 orang, mayoritas akibat serangan jantung dan radang paru-paru. PPIH memastikan seluruh jemaah wafat mendapatkan hak badal haji.

Di tengah suhu Makkah yang mencapai 43 derajat Celsius, jemaah diimbau menjaga kondisi fisik.

“Kami mengimbau seluruh jemaah untuk mengatur waktu ibadah dengan baik, memperbanyak minum air putih, menggunakan pelindung diri, serta menghindari aktivitas berat di siang hari. Jika mengalami gangguan kesehatan, segera lapor kepada petugas,” tegasnya.

Posting Komentar

0 Komentar
Posting Komentar (0)

#buttons=(Ok, Go it!) #days=(20)

Our website uses cookies to enhance your experience. Learn More
Ok, Go it!
To Top