Kemenhaj Larang Jemaah Haji Ikut City Tour Sebelum Armuzna

Arifah
0

Juru Bicara Kemenhaj, Ichsan Marsha. Foto Kemenhaj.

Makkah. BeritaHaji.id - Operasional penyelenggaraan ibadah haji 2026 hingga kini disebut berjalan lancar.

Kementerian Haji dan Umrah mencatat sebanyak 267 kloter dengan 103.690 jemaah dan 1.064 petugas telah diberangkatkan dari Indonesia menuju Tanah Suci.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 258 kloter dengan 100.125 jemaah sudah tiba di Madinah. Sementara 109 kloter dengan total 42.340 jemaah telah berada di Makkah untuk menjalani umrah wajib sekaligus mempersiapkan diri menuju puncak ibadah haji.

Di tengah proses kedatangan jemaah, Kemenhaj mengeluarkan larangan pelaksanaan ziarah maupun city tour sebelum fase Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna) selesai.

Kebijakan itu diterapkan agar kondisi fisik jemaah tetap terjaga menjelang fase inti ibadah haji yang membutuhkan stamina dan kesiapan mental.

Juru Bicara Kemenhaj, Ichsan Marsha, mengatakan pemerintah ingin memastikan jemaah fokus mempersiapkan diri menghadapi Armuzna.

“Larangan ini bukan untuk membatasi aktivitas jemaah, tetapi sebagai langkah perlindungan agar jemaah tidak kelelahan dan tetap fokus mempersiapkan diri menghadapi fase Armuzna," ujarnya Ichsan Marsha dalam konferensi pers penyelenggaraan ibadah haji 1447 H/2026 M di Makkah, Kamis, 7 Mei 2026.

"Pemerintah ingin memastikan seluruh jemaah dapat menjalankan puncak ibadah haji dengan aman, sehat, dan khusyuk,” tambahnya.

Melalui surat edaran terbaru, Kemenhaj meminta jemaah dan pembimbing KBIHU tidak menyelenggarakan aktivitas ziarah atau perjalanan ke luar Kota Madinah dan Makkah sebelum seluruh rangkaian Armuzna selesai.

Pembimbing ibadah juga diminta memusatkan perhatian pada pembinaan manasik serta penguatan kesiapan fisik, mental, dan spiritual jemaah.

Selain itu, seluruh mobilitas jemaah wajib dikoordinasikan dengan petugas resmi, baik dari PPIH kloter maupun sektor terkait guna menjaga keamanan dan ketertiban.

Kemenhaj juga mulai memberangkatkan jemaah gelombang kedua melalui Bandara Jeddah sejak 6 Mei 2026. Kloter pertama berasal dari embarkasi LOP-12 dengan total 389 jemaah dan 4 petugas.

“Kami mengingatkan jemaah gelombang kedua agar mengenakan pakaian ihram sejak dari embarkasi haji untuk mempermudah proses perjalanan dari Bandara Jeddah menuju Makkah,” kata Ichsan.

Dalam kesempatan yang sama, pemerintah kembali mengingatkan masyarakat agar tidak mencoba berangkat haji menggunakan visa nonresmi.

“Pelaksanaan ibadah haji hanya dapat dilakukan menggunakan visa haji resmi. Keberangkatan di luar prosedur resmi berisiko menimbulkan persoalan hukum, deportasi, penahanan, denda, hingga membahayakan keselamatan jemaah selama berada di Arab Saudi,” tegas Ichsan.

Untuk mencegah praktik haji nonprosedural, Kemenhaj bersama Polri dan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan RI membentuk Satgas Pencegahan Haji Nonprosedural.

Dari sisi kesehatan, tercatat 14.919 jemaah telah mendapatkan layanan rawat jalan. Sebanyak 153 jemaah dirujuk ke Klinik Kesehatan Haji Indonesia dan 271 jemaah dirawat di Rumah Sakit Arab Saudi. Saat ini, 72 jemaah masih menjalani perawatan.

Kemenhaj mengimbau seluruh jemaah menjaga kondisi tubuh dengan memperbanyak konsumsi air putih, menggunakan pelindung diri, dan tidak memaksakan aktivitas di tengah cuaca panas ekstrem.

“Dengan suhu di Madinah dan Makkah yang berkisar antara 38 hingga 44 derajat Celsius, kedisiplinan menjaga kesehatan menjadi sangat penting agar jemaah dapat menjalankan ibadah secara optimal,” tutup Ichsan.

Posting Komentar

0 Komentar
Posting Komentar (0)

#buttons=(Ok, Go it!) #days=(20)

Our website uses cookies to enhance your experience. Learn More
Ok, Go it!
To Top