Pertemuan antara Inspektur Jenderal Kementerian Haji dan Umrah RI Dendi Suryadi dengan Direktur Jenderal Kantor Urusan Haji Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi di Jeddah. Foto Kemenhaj.
Jeddah. BeritaHaji.id - Pemerintah Indonesia dan Arab Saudi memperkuat koordinasi untuk memastikan pelaksanaan ibadah haji 2026 berjalan lancar.
Salah satunya dilakukan lewat pertemuan antara Inspektur Jenderal Kementerian Haji dan Umrah RI Dendi Suryadi dengan Direktur Jenderal Kantor Urusan Haji Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi di Jeddah.
Pertemuan tersebut turut dihadiri Inspektur Wilayah III Kementerian Haji dan Umrah RI Mulyadi Nurdin, Staf Teknis Urusan Haji KJRI Jeddah Muhammad Ilham Effendy, serta sejumlah pejabat dari kedua negara.
Mulyadi Nurdin mengatakan komunikasi dengan pemerintah Arab Saudi menjadi hal penting dalam penyelenggaraan ibadah haji karena seluruh layanan berada di wilayah mereka.
"Kolaborasi antar kedua negara sangat penting, karena kita beroperasi di negara orang lain, kita sangat membutuhkan dukungan dari pihak Arab Saudi, karena semua layanan berada di dalam negeri mereka," ujar Alumni Universitas Al-Azhar Mesir, Senin, 11 Mei 2026.
Ia menegaskan hubungan dan koordinasi antarkedua negara perlu terus diperkuat mengingat adanya keterbatasan secara teritorial dalam pelaksanaan pengawasan haji di Arab Saudi.
"Kita saling menghormati kedaulatan masing-masing negara, dimana secara teritorial kita terdapat keterbatasan, dalam hal ini kita perlu kolaborasi dengan Pemerintah Kerajaan Arab Saudi," tambahnya.
Menurut Mulyadi, pertemuan tersebut berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan. Agenda itu dilakukan sebagai bagian dari upaya membangun komunikasi terkait persiapan penyelenggaraan haji tahun depan.
"Pertemuan ini berlangsung atas permintaan dari Inspektur Jenderal Kemenhaj RI Dendi Suryadi, sebagai upaya menjalin komunikasi dan koordinasi terkait penyelenggaraan ibadah haji tahun 2026," ujarnya.
Dalam pertemuan itu, kedua pihak juga membahas sejumlah isu terkini terkait persiapan pelaksanaan ibadah haji, termasuk langkah mitigasi risiko dalam pelayanan jemaah Indonesia.
Mulyadi menilai pertemuan tersebut menjadi langkah konstruktif antara Indonesia dan Arab Saudi untuk mendukung suksesnya penyelenggaraan haji.
"Pertemuan tersebut sangat penting dan merupakan langkah konstruktif antar kedua negara, dalam rangka mendukung kesuksesan penyelenggaraan ibadah haji," ujar Mulyadi Nurdin.
Ia menambahkan, secara regulasi Inspektorat Jenderal Kementerian Haji dan Umrah RI memang memiliki kewenangan melakukan pengawasan penyelenggaraan haji. Namun karena kegiatan berlangsung di Arab Saudi, dukungan pemerintah setempat tetap sangat dibutuhkan.
"Dengan adanya komunikasi dan silaturahmi ini, harapannya bisa saling mendukung dalam memberikan layanan terbaik kepada jemaah haji Indonesia," pungkasnya.
Pertemuan tersebut turut dihadiri Inspektur Wilayah III Kementerian Haji dan Umrah RI Mulyadi Nurdin, Staf Teknis Urusan Haji KJRI Jeddah Muhammad Ilham Effendy, serta sejumlah pejabat dari kedua negara.
Mulyadi Nurdin mengatakan komunikasi dengan pemerintah Arab Saudi menjadi hal penting dalam penyelenggaraan ibadah haji karena seluruh layanan berada di wilayah mereka.
"Kolaborasi antar kedua negara sangat penting, karena kita beroperasi di negara orang lain, kita sangat membutuhkan dukungan dari pihak Arab Saudi, karena semua layanan berada di dalam negeri mereka," ujar Alumni Universitas Al-Azhar Mesir, Senin, 11 Mei 2026.
Ia menegaskan hubungan dan koordinasi antarkedua negara perlu terus diperkuat mengingat adanya keterbatasan secara teritorial dalam pelaksanaan pengawasan haji di Arab Saudi.
"Kita saling menghormati kedaulatan masing-masing negara, dimana secara teritorial kita terdapat keterbatasan, dalam hal ini kita perlu kolaborasi dengan Pemerintah Kerajaan Arab Saudi," tambahnya.
Menurut Mulyadi, pertemuan tersebut berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan. Agenda itu dilakukan sebagai bagian dari upaya membangun komunikasi terkait persiapan penyelenggaraan haji tahun depan.
"Pertemuan ini berlangsung atas permintaan dari Inspektur Jenderal Kemenhaj RI Dendi Suryadi, sebagai upaya menjalin komunikasi dan koordinasi terkait penyelenggaraan ibadah haji tahun 2026," ujarnya.
Dalam pertemuan itu, kedua pihak juga membahas sejumlah isu terkini terkait persiapan pelaksanaan ibadah haji, termasuk langkah mitigasi risiko dalam pelayanan jemaah Indonesia.
Mulyadi menilai pertemuan tersebut menjadi langkah konstruktif antara Indonesia dan Arab Saudi untuk mendukung suksesnya penyelenggaraan haji.
"Pertemuan tersebut sangat penting dan merupakan langkah konstruktif antar kedua negara, dalam rangka mendukung kesuksesan penyelenggaraan ibadah haji," ujar Mulyadi Nurdin.
Ia menambahkan, secara regulasi Inspektorat Jenderal Kementerian Haji dan Umrah RI memang memiliki kewenangan melakukan pengawasan penyelenggaraan haji. Namun karena kegiatan berlangsung di Arab Saudi, dukungan pemerintah setempat tetap sangat dibutuhkan.
"Dengan adanya komunikasi dan silaturahmi ini, harapannya bisa saling mendukung dalam memberikan layanan terbaik kepada jemaah haji Indonesia," pungkasnya.

