Kasus Hanania Travel Belum Usai, Korban Masih Menanti Keadilan

Arifah
0
Hanian Travel. Foto Hanania.

Jakarta. Blok7.id - Kasus dugaan penipuan perjalanan ibadah umrah yang melibatkan PT Khazanah Tamma Internasional (Hanania Travel) mendapat perhatian Komisi III DPR RI.

Penanganan perkara tersebut didorong agar segera tuntas sehingga para korban memperoleh kepastian hukum dan pemulihan atas kerugian yang dialami.

Dugaan penipuan Hanania Travel mencuat setelah sejumlah calon jemaah melaporkan keberangkatan umrah yang tak kunjung terealisasi. Kasus ini kini ditangani aparat penegak hukum dan menjadi sorotan karena dampaknya dirasakan banyak calon jemaah.

Anggota Komisi III DPR RI dari Fraksi Partai NasDem, Rudianto Lallo, menilai praktik penipuan perjalanan umrah masih berulang di berbagai daerah. Menurutnya, kondisi tersebut menunjukkan perlunya langkah tegas agar masyarakat tidak terus menjadi korban.

"Kondisi ini menunjukkan perlunya langkah tegas dari aparat penegak hukum agar penyelenggara perjalanan ibadah yang tidak bertanggung jawab tidak lagi menjadikan masyarakat sebagai korban," ujar Lallo.

Pernyataan itu disampaikan dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) dan Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) Komisi III DPR RI bersama Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, kuasa hukum, serta perwakilan korban Hanania Travel di Gedung Nusantara II, Senayan, Jakarta, Kamis, 18 Juni 2026.

Lallo mengatakan kasus serupa telah beberapa kali terjadi dan merugikan masyarakat yang ingin menunaikan ibadah ke Tanah Suci. Karena itu, ia meminta perkara Hanania Travel segera diungkap dan diselesaikan.

"Kasus ini harus menjadi perhatian karena bukan satu dua kali terjadi. Saya tentu mendorong bersama agar kasus ini bisa diungkap sesegera mungkin, agar para jamaah bisa dipulihkan kembali kerugian yang dialami dalam kasus ini," ujarnya.

Legislator dari Daerah Pemilihan Sulawesi Selatan I itu juga menegaskan bahwa penegakan hukum yang tegas diperlukan untuk memberikan efek jera kepada pelaku sekaligus memperkuat perlindungan terhadap calon jemaah umrah.

“Momentum kasus yang masuk di Komisi III ini, Hanania Group harus menjadi contoh agar tidak ada lagi travel-travel yang mencoba menipu rakyat kita, menipu warga kita yang mau menunaikan ibadah umrah,” tegasnya.

Ia pun menyatakan dukungan kepada penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya agar perkara tersebut dapat dituntaskan secara profesional.

“Fraksi kami mendorong, mendukung penuh, langkah Dirkrimum untuk kemudian menyelesaikan kasus ini dengan baik,” pungkasnya.

Posting Komentar

0 Komentar
Posting Komentar (0)

#buttons=(Ok, Go it!) #days=(20)

Our website uses cookies to enhance your experience. Learn More
Ok, Go it!
To Top