Kantor Kemenhaj Kabupaten Banyumas. Foto Kemenhaj.
Banyumas. BeritaHaji.id - Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Kabupaten Banyumas menyoroti pentingnya pemeriksaan kesehatan calon jemaah haji yang dilakukan lebih dini.
Salah satu aspek yang dinilai perlu mendapat perhatian ialah pemeriksaan fungsi pendengaran, terutama bagi jemaah lanjut usia.
Kepala Subbagian Tata Usaha Kantor Kemenhaj Kabupaten Banyumas Abdul Malik mengatakan gangguan pendengaran dapat memengaruhi komunikasi saat proses pemeriksaan kesehatan. Kondisi tersebut berpotensi membuat hasil penilaian kesehatan calon jemaah menjadi kurang optimal apabila tidak terdeteksi sejak awal.
"Jika gangguan pendengaran dapat dideteksi sejak awal dan ditangani dengan baik, proses pemeriksaan kesehatan maupun pembinaan jemaah akan berjalan lebih optimal," kata Malik saat diwawancarai di Kantor Kemenhaj Kabupaten Banyumas, Jumat, 17 Juli 2026.
Menurut Malik, penguatan skrining kesehatan menjadi salah satu hasil evaluasi penyelenggaraan ibadah haji 1447 H/2026 M yang akan diterapkan pada musim haji 1448 H/2027 M. Evaluasi tersebut juga mencakup pembinaan jemaah hingga validasi data calon jemaah sebagai upaya meningkatkan kualitas pelayanan.
Selain pemeriksaan kesehatan, Kemenhaj Banyumas juga mengevaluasi mekanisme penanganan jemaah yang harus menjalani perawatan di embarkasi. Prosedur tersebut dinilai perlu disempurnakan agar tidak memengaruhi keberangkatan pasangan maupun anggota keluarga yang berada dalam satu kelompok terbang (kloter).
Di bidang pembinaan, Kemenhaj Banyumas akan memperkuat koordinasi dengan Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU). Langkah itu dilakukan seiring meningkatnya jumlah jemaah asal Banyumas yang mengikuti bimbingan melalui KBIHU.
Kemenhaj juga mengimbau KBIHU agar tidak melakukan praktik-praktik nonprosedural yang berpotensi merugikan jemaah. Penguatan koordinasi diharapkan dapat meningkatkan kualitas pembinaan sejak sebelum keberangkatan.
Malik menyebut Kabupaten Banyumas memberangkatkan sebanyak 1.333 jemaah pada musim haji 1447 H/2026 M. Jumlah tersebut meningkat sekitar 20 persen dibandingkan musim haji sebelumnya yang mencapai sekitar 1.100 jemaah.
Menghadapi musim haji 1448 H/2027 M, Kemenhaj Banyumas mulai memperkuat validasi data calon jemaah. Proses tersebut dilakukan untuk memastikan keberadaan, domisili, dan kesiapan calon jemaah, khususnya mereka yang telah masuk daftar tunggu tetapi belum memberikan konfirmasi.
Selain itu, edukasi mengenai istithaah kesehatan akan terus ditingkatkan agar calon jemaah memiliki kesiapan fisik sejak dini.
"Kami akan memperkuat edukasi mengenai istithaah kesehatan, meningkatkan validasi data calon jemaah, serta terus memperkuat koordinasi dengan KBIHU agar pembinaan kepada calon jemaah dapat dilakukan sejak dini. Evaluasi tahun ini menjadi bekal bagi kami untuk menghadirkan penyelenggaraan ibadah haji tahun 1448 H/2027 M yang semakin profesional, terintegrasi, dan memberikan pelayanan terbaik bagi seluruh jemaah," pungkas Malik.


.png)