Wamenhaj Minta Kemenhaj Bangun Budaya Kerja Baru demi Layanan Jemaah

Arifah
0

Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj) Dahnil Anzar Simanjuntak. Foto Kemenhaj.

Jakarta, BeritaHaji.id - Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj) Dahnil Anzar Simanjuntak meminta seluruh jajaran Kementerian Haji dan Umrah membangun budaya kerja baru yang lebih profesional, berintegritas, dan berorientasi pada pelayanan jemaah.

Menurutnya, transformasi penyelenggaraan haji harus dimulai dari perubahan cara kerja, bukan sekadar perubahan kelembagaan.

Hal itu disampaikan Dahnil saat memberikan pengarahan pada Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Evaluasi Penyelenggaraan Ibadah Haji 1447 H/2026 M di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, Minggu, 5 Juli 2026.

Menurut Dahnil, Kementerian Haji dan Umrah harus mampu menunjukkan wajah baru dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

"Kemenhaj harus benar-benar berwajah baru. Mari kita mulai tradisi baru dan budaya kerja baru yang lebih baik. Walaupun kita berasal dari institusi yang berbeda, tujuan kita hanya satu, yaitu memberikan pelayanan terbaik bagi jemaah haji Indonesia," ujar Wamenhaj.

Ia menilai perubahan tersebut harus dibangun di atas fondasi integritas. Amanah mengelola penyelenggaraan ibadah haji, kata dia, harus dijalankan secara profesional, transparan, dan akuntabel agar kepercayaan publik tetap terjaga.

Karena itu, Dahnil mengingatkan seluruh proses penyelenggaraan haji harus bebas dari praktik yang merugikan jemaah.

"Kalau ada KBIH, travel, atau siapa pun yang menjadikan jemaah sebagai komoditas, maka itu akan menjadi perhatian serius kita. Tugas kita adalah memastikan jemaah memperoleh pelayanan yang aman, nyaman, dan bermartabat," tegasnya.

Selain memperkuat integritas, Dahnil juga mendorong penerapan konsep One Stop Service agar pelayanan kepada masyarakat menjadi lebih mudah, cepat, dan terintegrasi. Menurutnya, setiap tahapan penyelenggaraan haji harus direncanakan secara matang, mulai dari penyusunan kebijakan, penetapan Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH), pengadaan layanan, rekrutmen petugas, pembinaan dan manasik jemaah, proses pemvisaan, pemberangkatan, operasional di Tanah Suci, hingga evaluasi.

Ia menegaskan seluruh tahapan tersebut merupakan satu kesatuan yang saling berkaitan sehingga tidak dapat dipisahkan.

"Ketika perencanaan dilakukan dengan baik, maka seluruh tahapan penyelenggaraan juga akan berjalan dengan baik. Karena itu, evaluasi hari ini adalah bagian penting untuk menghadirkan pelayanan haji yang semakin berkualitas pada musim haji berikutnya," tutup Wamenhaj.

Rakernas Evaluasi Penyelenggaraan Ibadah Haji 1447 H/2026 M digelar sebagai forum evaluasi penyelenggaraan haji 2026 sekaligus menyusun langkah strategis untuk meningkatkan kualitas layanan pada musim haji mendatang.

Posting Komentar

0 Komentar
Posting Komentar (0)

#buttons=(Ok, Go it!) #days=(20)

Our website uses cookies to enhance your experience. Learn More
Ok, Go it!
To Top