Pesan Gus Irfan: Jadilah Petugas Haji yang Dicintai Allah dan Jemaah

Arifah
0
Seleksi Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Kloter dan PPIH Arab Saudi Tahap II di Asrama Haji Surabaya, Jawa Timur. Foto Kemenhaj.

Surabaya. BeritaHaji.id - Kementerian Haji dan Umrah RI menggelar Seleksi Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Kloter dan PPIH Arab Saudi Tahap II di Asrama Haji Surabaya, Jawa Timur, Kamis 11 Desember 2025.

Kegiatan ini menjadi bagian penting untuk memastikan tersedianya petugas haji yang profesional, berintegritas, dan siap memberikan pelayanan terbaik pada Haji 1447 H/2026 M.

Pelaksanaan seleksi mengacu pada Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2025, perubahan ketiga dari UU Nomor 8 Tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Ibadah Haji dan Umrah. 
Regulasi tersebut menegaskan bahwa penyelenggaraan haji harus memberikan pembinaan, pelayanan, dan perlindungan terbaik bagi jemaah.

Seleksi tahap II dilakukan serentak di 31 provinsi pada pukul 09.00 WIB. Namun, tiga provinsi lain, yakni Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, belum melaksanakan seleksi karena terdampak bencana alam.

Menteri Haji dan Umrah RI, Gus Irfan, menekankan pentingnya kualitas layanan haji melalui seleksi ini.

“Kami ingin memastikan jemaah dilayani oleh petugas yang memiliki kompetensi, dedikasi, dan akhlak pelayanan yang baik. Integritas adalah syarat mutlak,” tegasnya.

Ia juga menyampaikan pesan khusus kepada calon petugas haji.

“Bila kelak diantara Saudara-Saudari ada yang terpilih menjadi Petugas Haji, baik di Kloter maupun PPIH Arab Saudi, jalankanlah tugas mulia ini dengan hati yang tulus," ujarnya.

"Jadilah Petugas Haji Indonesia yang disukai dan dicintai Allah, jadilah Petugas Haji Indonesia yang menjadi idola jemaahnya," ujarnya.

Gus Irfan menambahkan, lepaskan orientasi materi karena sesungguhnya Allah telah menjanjikan hadiah yang jauh lebih indah di surga-Nya.

Dirjen Bina Penyelenggaraan Haji dan Umrah, Puji Rahardjo, menjelaskan mekanisme seleksi tahap II terbagi dalam dua penilaian: Tes Computer Assisted Test (CAT) dengan bobot 60 persen dan wawancara pendalaman tugas dengan bobot 40 persen.

“Seleksi ini kita laksanakan untuk memastikan setiap petugas memiliki kapasitas dan karakter pelayanan yang memadai,” kata Puji.

Seleksi ini diharapkan menghasilkan petugas haji yang tidak hanya ahli dalam tugasnya, tetapi juga memiliki komitmen spiritual dan etika pelayanan yang tinggi, sehingga penyelenggaraan haji 2026 dapat berlangsung lebih baik dan bermartabat.

Turut hadir dalam kegiatan ini, Puji Rahardjo (Dirjen Bina Penyelenggaraan Haji dan Umrah), Abd. Haris (Sekretaris Ditjen Pelayanan Haji), Mohammad Asadul Anam (Kabid Pelayanan dan Fasilitasi Pengembangan Ekosistem Ekonomi Kanwil Kemenhaj Jatim), dan Gartaman (Kepala UPT Asrama Haji Embarkasi Surabaya).

Posting Komentar

0 Komentar
Posting Komentar (0)

#buttons=(Ok, Go it!) #days=(20)

Our website uses cookies to enhance your experience. Learn More
Ok, Go it!
To Top