Rapat Koordinasi Terbatas (Rakortas) di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Pangan yang dihadiri 13 pimpinan dan perwakilan kementerian/lembaga, Senin, 23 Februari 2026. Foto BPOM.
Jakarta. berjtahaji.id - Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) memastikan standar mutu dan keamanan dalam rencana ekspor Beras Haji Nusantara ke Arab Saudi akan dikawal secara ketat.
Kepala BPOM Taruna Ikrar menegaskan pengawasan dilakukan sejak tahap awal produksi hingga proses masuk pasar negara tujuan.
“BPOM siap mengawal ketat standar mutu dan keamanan dalam program ekspor Beras Haji Nusantara agar memenuhi standar negara tujuan dan mencegah penolakan dari pihak Arab Saudi,” tegasnya dalam Rapat Koordinasi Terbatas (Rakortas) di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Pangan yang dihadiri 13 pimpinan dan perwakilan kementerian/lembaga, Senin, 23 Februari 2026.
Menurut Taruna, program ini bukan hanya soal ekspor, tetapi juga simbol kehadiran negara dalam layanan jemaah haji.
“Program ini bukan sekadar aktivitas komersial, melainkan representasi kehadiran negara dan etalase kedaulatan pangan Indonesia untuk memberikan layanan terbaik, menjamin pemenuhan selera dan asupan nutrisi jemaah haji,” tuturnya.
BPOM juga memberi perhatian pada aspek teknis dan administratif ekspor. Fokus pengawasan mencakup kewajiban label berbahasa Arab serta format tanggal kedaluwarsa Gregorian dan/atau Hijriah sesuai standar Saudi Food and Drug Authority (SFDA), guna mencegah risiko penolakan saat clearance.
Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menyampaikan pemerintah menyiapkan ekspor perdana 2.280 ton beras ke Arab Saudi.
“Nanti lanjut akan ke Malaysia dan lain-lain, tapi perdana ke Arab Saudi,” ujarnya.
“Tanggal 28 Februari ini sudah akan diberangkatkan,” tambah Menko Pangan.
Beras yang diekspor berasal dari petani dalam negeri dan diproyeksikan untuk memenuhi kebutuhan konsumsi lebih dari 200 ribu jemaah haji Indonesia. Penyediaannya menjadi tanggung jawab Perum Bulog.


