Kisah di Balik Maqam Ibrahim yang Berdiri Dekat Kakbah

Arifah
0
Jemaah di depan Kakbah. Foto Kemenhaj.

BeritaHaji.id - Di pelataran Masjidil Haram, tak jauh dari Ka'bah, terdapat sebuah situs penting yang kerap menjadi perhatian para jemaah. 

Tempat itu dikenal sebagai Maqam Ibrahim. Situs ini memiliki makna spiritual mendalam bagi umat Islam.

Selain menjadi bagian dari area tawaf, Maqam Ibrahim juga diyakini menyimpan jejak sejarah pembangunan Ka'bah oleh Nabi Ibrahim bersama putranya, Nabi Ismail.

Mengutip laman himpuh, Maqam Ibrahim diyakini sebagai batu tempat Nabi Ibrahim berdiri ketika membangun Ka'bah.


Batu tersebut menyimpan jejak telapak kaki Nabi Ibrahim yang hingga kini tetap terjaga dan menjadi bagian penting dari kawasan mataf, tempat para jemaah melakukan tawaf mengelilingi Ka'bah.

Lokasinya hanya berjarak beberapa meter dari Ka'bah. Kini batu tersebut ditempatkan dalam pelindung kristal transparan agar tetap terjaga sekaligus dapat dilihat oleh para jemaah yang datang beribadah.

Di bagian luarnya terdapat bingkai logam berlapis emas yang berfungsi melindungi batu dari berbagai faktor lingkungan.

Sumber sejarah menyebutkan, batu ini dahulu digunakan sebagai pijakan Nabi Ibrahim saat membangun Ka'bah. Ketika dinding Ka'bah semakin tinggi, batu tersebut disebut ikut terangkat sehingga Nabi Ibrahim dapat melanjutkan pembangunan hingga bangunan suci itu selesai.

Para sejarawan menggambarkan batu Maqam Ibrahim memiliki tekstur relatif lunak. Batu itu terbentuk dari jenis yang dikenal sebagai water stone, bukan batu api.

Bentuknya hampir persegi dengan ukuran sekitar 50 sentimeter pada panjang, lebar, dan tinggi. Pada permukaannya terdapat dua cekungan berbentuk oval yang diyakini sebagai jejak telapak kaki Nabi Ibrahim.

Jejak inilah yang menjadikan Maqam Ibrahim sebagai salah satu penanda sejarah penting di kawasan Masjidil Haram.

Keberadaan Maqam Ibrahim juga disebut langsung dalam Al-Qur'an. Tempat ini memiliki kedudukan khusus dalam tradisi Islam.

Dalam firman Allah disebutkan: “Dan jadikanlah sebagian maqam Ibrahim sebagai tempat salat.”

Ayat tersebut menjadi dasar bagi umat Islam untuk melaksanakan salat di belakang Maqam Ibrahim setelah menyelesaikan tawaf di Ka'bah. Praktik ini mengikuti sunnah Nabi Muhammad SAW dan hingga kini masih dilakukan oleh banyak jemaah.

Sepanjang sejarah Islam, situs ini juga mendapat perhatian khusus dari para khalifah dan penguasa Muslim. Berbagai pelindung dan penutup pernah dibuat untuk menjaga batu tersebut dari kerusakan.

Seiring waktu, bentuk pelindungnya terus berkembang hingga menjadi struktur yang ada saat ini. Desainnya memadukan unsur arsitektur dengan upaya pelestarian situs bersejarah.

Adapun kini Maqam Ibrahim tetap menjadi bagian integral dari area tawaf di Masjidil Haram.

Posting Komentar

0 Komentar
Posting Komentar (0)

#buttons=(Ok, Go it!) #days=(20)

Our website uses cookies to enhance your experience. Learn More
Ok, Go it!
To Top