Muker HIMPUH Jadi Alarm Industri Umrah-Haji, Ada Apa?

Ma'rifah Nugraha
0

Ketua Umum Himpunan Penyelenggara Umrah dan Haji (HIMPUH). Foto Himpuh.

Bandung. BeritaHaji.id - Industri penyelenggaraan umrah dan haji dinilai tengah berada dalam fase penuh tantangan.

Ketua Umum Himpunan Penyelenggara Umrah dan Haji (HIMPUH) Muhammad Firman Taufik mengatakan Ketidakpastian regulasi hingga perubahan struktur kementerian menjadi dinamika yang harus dihadapi para pelaku usaha.

Firman menilai, kondisi yang dihadapi saat ini bukan situasi yang sederhana. Berbagai perubahan yang terjadi justru membawa industri pada titik yang belum sepenuhnya jelas.

“Kesemuanya itu mengantarkan kita kepada satu titik, yang sayangnya titiknya ini adalah sebuah ketidakpastian,” ujar Firman pada kegiatan musyawarah Himpuh digelar pada Senin–Selasa, 26–27 Januari, di The Trans Luxury Hotel, Bandung.

Di tengah kondisi tersebut, Firman mengingatkan agar para anggota HIMPUH tetap bergerak maju dan tidak terjebak pada situasi stagnan. Menurutnya, adaptasi menjadi kunci agar pelaku usaha tetap relevan.

“Namun jangan pernah patah semangat bapak ibu sekalian. Wajib juga bagi kita dapat menghadapi badai apapun yang terjadi,” tegas Firman.

Firman juga menyinggung pesatnya pertumbuhan jumlah penyelenggara umrah dan haji di Indonesia. Ia memperkirakan, jumlah pelaku usaha akan terus bertambah dalam beberapa tahun ke depan.

“Saat ini jumlahnya sudah 3 ribuan pelaksana umrahnya, dan pelaksana hajinya sudah mencapai seribuan. Dan ini akan terus bertambah dan bertambah lagi,” katanya.

Di sisi lain, kemudahan fasilitas yang diberikan pemerintah Arab Saudi turut membawa tantangan baru. Mulai dari akses visa, transportasi, hingga akomodasi yang semakin mudah dijangkau.

“Kemudahan-kemudahan ini juga memudahkan para calon jemaah haji dan umrah tidak menggunakan jasa layanan kita,” ucapnya.

Meski demikian, Firman menekankan bahwa perubahan tidak boleh disikapi dengan pesimisme. Ia mengajak seluruh anggota untuk terus berikhtiar dan melakukan penyesuaian agar mampu bertahan.

“Allah tidak akan mengubah nasib satu kaum kalau kaum itu tidak mau mengubahnya. Maka kita wajib untuk berikhtiar,” lanjutnya.

Muker HIMPUH tahun ini mengusung tema “Together We Thrive”. Tema tersebut mencerminkan pentingnya kebersamaan dan kolaborasi antarpenyelenggara dalam menghadapi dinamika industri.

Firman menegaskan, pola kerja individual sudah tidak relevan. Menurutnya, kekuatan industri haji dan umrah harus dibangun melalui sinergi.

“Kalau dulu kita jalan sendiri-sendiri, maka saatnya kita untuk together, untuk bersama,” ujarnya.

“Wajib hukumnya untuk hari ini dan seterusnya kita bergandeng tangan, untuk jaga ekosistem haji dan umrah kita yang sudah ada ini,” tambah Firman.

Di akhir sambutannya, Firman mendorong peserta Muker untuk memanfaatkan forum tersebut sebagai ruang melahirkan program-program strategis yang berdampak langsung bagi anggota.

“Silakan manfaatkan momen Musyawarah Kerja ini. Bantu pengurus untuk menciptakan program-program yang bermutu dan bermanfaat buat kita semua,” katanya.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada para mitra dan sponsor yang mendukung pelaksanaan Muker, serta mengajak jajaran pengurus untuk terus menjaga soliditas organisasi.

“Tetap semangat, tetap kompak, dan jangan putus semangat untuk terus kita kawal HIMPUH dan kita layani anggota dengan sebaik-baiknya,” tutup Firman.

Posting Komentar

0 Komentar
Posting Komentar (0)

#buttons=(Ok, Go it!) #days=(20)

Our website uses cookies to enhance your experience. Learn More
Ok, Go it!
To Top