Jemaah haji Indonesia 2025. Foto Kemenag.
Jakarta. BeritaHaji.id - Situasi geopolitik di kawasan Timur Tengah ikut menjadi sorotan dalam persiapan ibadah haji 1447 H/2026 M.
Pemerintah Indonesia berharap dinamika yang terjadi tidak mengganggu jalannya operasional haji tahun ini.
Menteri Haji dan Umrah RI, Mochammad Irfan Yusuf, menegaskan pihaknya terus memantau perkembangan tersebut. Ia berharap ketegangan yang terjadi tidak berdampak pada keberangkatan hingga pelaksanaan ibadah para jamaah.
“Kami berharap eskalasi yang terjadi tidak mempengaruhi operasional haji. Kami juga berharap ketegangan dapat segera mereda, sehingga seluruh proses ibadah haji dari berbagai negara dapat berjalan dengan lancar, aman, dan khidmat,” tegasnya.
Di tengah kondisi global yang penuh tantangan, termasuk potensi kenaikan biaya bahan bakar, pemerintah memastikan pelayanan tetap maksimal.
“Dalam situasi global yang penuh tantangan, kami tetap berkomitmen memberikan pelayanan terbaik bagi jamaah haji Indonesia,” tambah Gus Irfan.
Terlepas dari itu, pemerintah memastikan seluruh tahapan persiapan haji tahun ini sudah rampung. Jamaah Indonesia dijadwalkan mulai masuk asrama dalam waktu dekat.
“Alhamdulillah, seluruh tahapan persiapan haji Indonesia pada prinsipnya telah selesai. Jamaah haji Indonesia dijadwalkan mulai masuk asrama pada 21 April 2026 dan secara bertahap akan diberangkatkan ke Arab Saudi mulai 22 April 2026,” ujar Menhaj saat konferensi pers di Jakarta, Selasa, 7 April 2026.
Pemerintah juga mengapresiasi dukungan Arab Saudi dalam penyelenggaraan haji, terutama di tengah kondisi kawasan yang dinamis.
“Kami menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Pemerintah Arab Saudi atas komitmen dan dukungannya dalam memberikan pelayanan terbaik bagi jamaah haji, termasuk jamaah Indonesia,” kata Menhaj yang akrab disapa Gus Irfan.
Sementara itu, Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia, Faisal Abdullah Al Amudi, memastikan kondisi negaranya tetap aman dan stabil. Hal ini penting untuk menjamin kelancaran ibadah di dua kota suci
“Kunjungan ini merupakan follow up koordinasi kami untuk menjamin perjalanan jamaah haji berjalan dengan baik. Kedutaan Besar Arab Saudi di Indonesia berkomitmen memberikan dukungan penuh demi kelancaran penyelenggaraan ibadah haji,” ujarnya.
Ia juga menegaskan stabilitas di Arab Saudi terus dijaga di tengah situasi kawasan.
“Arab Saudi saat ini dalam keadaan damai. Kami sangat memperhatikan kepentingan umat Islam dan terus berupaya menjaga stabilitas, termasuk mendorong agar ketegangan di kawasan tidak berlanjut,” lanjutnya.
Gus Irfan memastikan koordinasi dengan otoritas Arab Saudi akan terus diperkuat demi menjamin ibadah haji berjalan lancar, aman, dan memberi kenyamanan bagi seluruh jamaah.
Menteri Haji dan Umrah RI, Mochammad Irfan Yusuf, menegaskan pihaknya terus memantau perkembangan tersebut. Ia berharap ketegangan yang terjadi tidak berdampak pada keberangkatan hingga pelaksanaan ibadah para jamaah.
“Kami berharap eskalasi yang terjadi tidak mempengaruhi operasional haji. Kami juga berharap ketegangan dapat segera mereda, sehingga seluruh proses ibadah haji dari berbagai negara dapat berjalan dengan lancar, aman, dan khidmat,” tegasnya.
Di tengah kondisi global yang penuh tantangan, termasuk potensi kenaikan biaya bahan bakar, pemerintah memastikan pelayanan tetap maksimal.
“Dalam situasi global yang penuh tantangan, kami tetap berkomitmen memberikan pelayanan terbaik bagi jamaah haji Indonesia,” tambah Gus Irfan.
Terlepas dari itu, pemerintah memastikan seluruh tahapan persiapan haji tahun ini sudah rampung. Jamaah Indonesia dijadwalkan mulai masuk asrama dalam waktu dekat.
“Alhamdulillah, seluruh tahapan persiapan haji Indonesia pada prinsipnya telah selesai. Jamaah haji Indonesia dijadwalkan mulai masuk asrama pada 21 April 2026 dan secara bertahap akan diberangkatkan ke Arab Saudi mulai 22 April 2026,” ujar Menhaj saat konferensi pers di Jakarta, Selasa, 7 April 2026.
Pemerintah juga mengapresiasi dukungan Arab Saudi dalam penyelenggaraan haji, terutama di tengah kondisi kawasan yang dinamis.
“Kami menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Pemerintah Arab Saudi atas komitmen dan dukungannya dalam memberikan pelayanan terbaik bagi jamaah haji, termasuk jamaah Indonesia,” kata Menhaj yang akrab disapa Gus Irfan.
Sementara itu, Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia, Faisal Abdullah Al Amudi, memastikan kondisi negaranya tetap aman dan stabil. Hal ini penting untuk menjamin kelancaran ibadah di dua kota suci
“Kunjungan ini merupakan follow up koordinasi kami untuk menjamin perjalanan jamaah haji berjalan dengan baik. Kedutaan Besar Arab Saudi di Indonesia berkomitmen memberikan dukungan penuh demi kelancaran penyelenggaraan ibadah haji,” ujarnya.
Ia juga menegaskan stabilitas di Arab Saudi terus dijaga di tengah situasi kawasan.
“Arab Saudi saat ini dalam keadaan damai. Kami sangat memperhatikan kepentingan umat Islam dan terus berupaya menjaga stabilitas, termasuk mendorong agar ketegangan di kawasan tidak berlanjut,” lanjutnya.
Gus Irfan memastikan koordinasi dengan otoritas Arab Saudi akan terus diperkuat demi menjamin ibadah haji berjalan lancar, aman, dan memberi kenyamanan bagi seluruh jamaah.



.png)